Cerita Inspirasi 1

Tahun 2009 merupakan tahun yang sangat menyedihkan bagi keluarga saya. Kami kehilangan sesosok seorang ayah yang sangat baik, pintar, cerdas, sangat perhatian pada keluarga, yang selalu membimbing dan mengayomi kami. Walaupun setiap harinya beliau tidak ada di rumah karena beliau harus bekerja di tempat yang cukup jauh dari rumah tapi kami selalu dekat dengannya. Ayah meninggal di saat saya baru masuk ke kelas XII, tepatnya baru seminggu. Ayah meninggal karena kecelakaan motor ketika pulang dari tugasnya. Saya dan keluarga sangatlah terkejut ,Papah baru saja pulang seminggu sebelum meninggal dan Papah sehat. Dan di rumah,  sekarang kita hanyalah tinggal berempat perempuan semua.

Mamah sangatlah khawatir dengan keadaan saya, dengan nilai saya di sekolah karena saya terlihat sering melamun. Mamah sangtlah bingung memikirkan bagaimana nanti kedepannya. Ade sedang duduk di kelas 3 SD, dan saya akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Saya sangat kehilangan dengan kepergian Papah. Memang  setelah kepergian Papah saya jadi sering melamun. Namun dengan dukungan keluarga dan teman-teman saya menjadi sadar. Melamun tidak akan menyelesikan masalah dan hanya buang-buang waktu saja. Saya pun mulai bersemangat kembali. Saya berfikir, saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Jadi saya harus dapat membimbing adik saya, menjaga keluarga dan tetap bersemangat. Saya harus menjadi kebanggaan keluarga. Agar Papah disana pun senang melihat anaknya bersemangat lagi untuk menjalani hidup walau ditinggal oleh Papah. Mamah pun senang melihatnya.

Beberapa bulan kemudian, saya mencari informasi mengenai perguruan tinggi ke Bimbingan Konseling di sekolah. Alhamdulillah, saya mendapatkan informasi IPB telah membuka pendaftaran melaliu USMI. Setelah berdiskusi dengan keluarga, saya pun mengikutinya. Beberapa bulan saya menunggu, berusaha dan berdo’a. Alhamdulilah dengan izin Allah SWT saya diterima di IPB di Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan serta mendapatkan kesempatan untuk menerima beasiswa bidik misi.

Alhmadulillah,,,dengan niat yang kuat, usaha, dan semangat. Apa yang saya inginkan dapat tercapai, walau dalam keadaan yang tidak memungkinkan.

Oleh karena itu,,jadilah orang yang selalu bersemangat,,selalu berusaha,,dan memiliki niat serta keinginan yang kuat. Insyaallah,,Allah SWT akan membantu kita. Amien,,,,

SEMANGAT,,,,!!!!!!!

Cerita Inspirasi 2

Enam orang bersahabat, selalu satu kelas mulai dari kelas X sampai Kelas XII. Sebut saja mereka adalah Lina, Yuli, Ayu, Eci, Uci dan Nta. Kemana-mana selalu bersama, dari mulai makan dikantin, foto-foto, belajar kelompok, dan les. Namun untuk memilih perguruan tinggi enam sahabat tersebut memilih perguruan tinggi yang berbeda. Nta dan Ayu memilih kuliah di Bogor, Lina di banjar, Eci di Purwokerto, Yuli dan Uci di Bandung. Alhamdulillah, yang pertama kali mendapatkan berita keterima di perguruan tinggi diantara mereka adalah Nta dan Ayu. Kedua Lina, kemudian Eci. Sedangkan Yuli dan Uci masih harus menunggu pengumuman.

Nta, Ayu beserta Eci selalu menyemangati mereka berdua. Namun ternyata pada seleksi tahap kedua, Uci tidak keterima. Sedangkan Yuli masih tetap melakukan penyeleksian, penyeleksiannya ada lima tahap kalau tidak salah. Mengetahui hal itu, lima orang sahabat Uci selalu memberi semangat kepada Uci untuk selalu bersemangat dan tidak putus asa. Pasti ada jalan lain yang bisa ditempuh oleh Uci. Uci pun selau berusaha, meski nantinya tidak jadi kuliah di Bandung.

Setelah beberapa bulan kemudian, Nta dan Ayu sudah mulai perkuliahan, Uci mengikuti seleksi kembali perguruan tinggi gelombang kedua. Di kesempatan yang kedua ini Uci berusaha keras untuk bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkannya di Bandung. Dan ternyata Uci pun bisa masuk. Enam sahabat tersebut sangatlah senang mendengar kabar itu. Uci tidak putus asa, niat dan keinginannya sangatlah kuat.

Setelah Uci, mereka tinggal menunggu Yuli. Ternyata setelah melalui beberapa tahapan, pada tahap terakhir Yuli gagal. Namun, Yuli belum berani memberitahu sahabat-sahabatnya itu. Mungkin Yuli kecewa dan masih ingin menyendiri. Sedangkan sahabat-sahabat nya itu mendapatkan informasi dari teman mereka bahwa Yuli gagal di tahap terakhir. Walaupun demikian, mereka tetap menghibur dan memberi semangat pada Yuli. Dan akhirnya Yuli meanjutkan di Banjar.

Jadilah orang yang selalu sabar, semangat dan tidak putus asa. Karena sesungguhnya putus asa itu tidak di sukai oleh Allah SWT.

Search
Archives